Museum Radyapustaka

Koleksi Sejarah

Museum RadyapustakaDi museum ini kita dapat menemukan berbagai benda peninggalan sejarah, mulai dari koleksi senjata, peralatan dapur, peralatan kantor, souvenir kerajaan, hingga buku-buku atau naskah kuno.

Koleksi Museum Radyapustaka dari tinjauan masa, terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu benda peninggalan masa prasejarah dan benda peninggalan masa klasik. Peninggalan masa prasejarah itu berupa batu lumpang, batu lesung, menhir, dan batu komboran. Sedangkan peninggalan masa klasik yang tersimpan adalah berupa berbagai arca Hindu dan Budha, prasasti, keramik, koleksi ethnografi, koleksi senjata, koleksi buku, hingga koleksi numemastik.


Dari Al-Qur'an Huruf Jawa hingga Ensiklopedia Pertama

Dari ratusan koleksi buku klasik di Museum Radyapustaka, sejumlah karya pustaka harus disebut secara khusus sebagai koleksi penting. Hal tersebut terkait umur, keaslian, isi, hingga kelangkaannya.

Serat JoesoefSerat Joesoef adalah koleksi pustaka tertua di Museum Radyapustaka. Karya sastra Jawa klasik yang mengisahkan kehidupan Nabi Yusuf ini ditulis oleh Pemijen Kasepuhan pada tahun 1729, pada masa Kerajaan Mataram Kartasura. Karya asli tulisan tangan nan indah ini berenda motif hias dengan prada emas di setiap halamannya.

Karya klasik lainnya yang tak kalah menariknya adalah Kakawin Ramayana yang ditulis pada tahun 1783 yang juga merupakan tulisan tangan dengan prada emas. Selain itu juga tersimpan Serat Mataram yang mengisahkan sejarah Dinasti Mataram Islam sejak pemerintahan Amangkurat  Agung hingga kepindahannya ke Kartasura, termasuk mengisahkan gejolak politik dan skandal percintaan selama masa itu.

Tak kalah menariknya adalah Babad Samkok yang ditulis oleh Tan Ing Syu pada tahun 1890, yang kemudian diteruskan oleh Ronosuboyo. Ditulis dengan huruf Jawa tulisan tangan, cerita roman lima jilid ini mengisahkan sejarah tiga kerajaan besar di China.

Karya pustaka sangat penting yang hanya tersimpan di Museum Radyapustaka adalah Serat Bauwarna, karya Kia Padmasusastra pada tahun 1898, yang merupakan 'ensiklopedia' Jawa lengkap pertama kali. Sistem penulisannya sudah menggunakan urutan huruf (Dentawyanjana/urutan alfabet Jawa). Karena banyaknya informasi yang disampaikan, maka naskah ini ditulis menjadi empat jilid.

Di museum ini juga tersimpan Serat Sasanaprabu yang berisi petuah-petuah dan nasehat-nasehat untuk raja maupun putra mahkota yang dipersiapkan menjadi raja. Koleksi tak kalah penting lainnya, yang juga hanya terdapat di Museum Radyapustaka, adalah Kitab Al-Qur'an Huruf Jawa, yaitu Kitab Al-Qur'an lengkap 30 juz yang ditulis dengan huruf Jawa.

Anda disini: Home Artikel Sejarah Artikel Lainnya (artikel lain) ... Koleksi Sejarah
Museum Radyapustaka

Materi yang diposting di website ini juga dapat ditemukan pada buku kecil resmi terbitan Museum Radyapustaka, dengan beberapa pengecualian materi.

 Daftar e-Newsletter